Pendakian Gunung Prau Wonosobo

Saya baru saja menyadari, ternyata Wonosobo adalah sebuah surga wisata Indonesia. Hal ini membuat saya semakin yakin setelah menyaksikan sendiri keindahan Wonosobo dari Puncak Gunung Prau, Dieng.

Gunung Prau merupakan sebuah gunung yang terletak di Dataran Tinggi Dieng yang merupakan daerah pegunungan Wonosobo yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Kendal. Gunung yang masuk dalam salah satu gunung dengan puncak terluas di Indonesia ini berada di ketinggian 2565 dpl.

Suasana camping ground di Puncak Prau dengan background gunung-gunung tanah jawa.

Kawasan hutan yang mengelilingi gunung ini masih sangat asri dan terjaga. Ketika anda melakukan pendakian di Puncak Prau, maka anda akan disambut dengan pemandangan yang menakjubkan, hamparan bunga edelweis bersatu padu dengan bukit-bukit gunduk atau yang terkenal dengan sebutan Bukit Teletubies. Istilah Teletubies ini disematkan bukan karena apa, namun memang kumpulan bukit-bukit (gunduk) kecil di puncak prau ini mirip sekali dengan bukit yang biasa kita liat di film teletubies.

Menikmati pagi dengan pemandangan Bukit Teletubbies, edelweiss, sunrise dan hamparan awan putih.

Keindahan Puncak Prau tak hanya sampai disitu, ketika pagi datang anda akan disambut oleh penampakan sunrise yang begitu indah, matahari akan bangun dari tidurnya dan muncul dengan keanggunan diantara gunung-gunung yang terlihat jelas dari Puncak Prau.

Ya saat terang datang anda bisa melihat kurang lebih enam gunung yang bisa dilihat secara jelas dan dekat. Gunung-gunung itu adalah Sumbing, Sindoro, Merapi, Merbabu dll. Pemandangan lain yaitu hamparan awan putih yang mengelilingi Puncak Prau ini seolah-olah membuat anda sedang berdiri diatas surga.

Pemandangan gunung-gunung berselimut awan di Puncak Prau.

Pendakian ke Puncak Prau sendiri tidak memakan waktu lama jika anda melewati Jalur Patak Banteng. Waktu yang dibutuhkan untuk melalui jalur ini sekitar 2.5 jam. Walaupun waktu tempuhnya relatif cepat, tetapi jalur pendakian tak semudah yang dibayangkan, karena jalur pendakian Patak Banteng ini sangat terjal.

Jalur alternatif lain jika anda ingin melakukan pendakian yaitu bisa melalui Jalur Desa Dieng. Jalur ini relatif lebih mudah jika dibandingkan dengan Patak Banteng, karena jalur pendakian bisa dibilang landai dan nyaman. Namun waktu tempuh melalui jalur ini sekitar 4 – 5 jam.

Saya sendiri mengambil jalur Patak Banteng saat pendakian kemarin. Kenapa memilih Patak Banteng? karena memang kami tidak berniat untuk camping atau menginap di Puncak Prau. Saya ber-enam bersama rekan-rekan SMA memilih untuk naik ke Puncak Prau pada pagi dini hari pukul 1 pagi.

Di Puncak Prau keindahan pemandangannya tidak bisa saya ungkapkan dengan kata-kata, karena terlalu indah untuk disampaikan melalui tulisan ini. Dari Puncak Prau anda akan bisa melihat Dataran Tinggi Dieng secara keseluruhan, anda akan melihat Telaga Warna dari atas.

Akhirnya sampai dipuncak saya bisa bisa menikmati legenda kemasyuran Puncak Prau itu, akhirnya saya bisa melihat sendiri betapa Tuhan telah memberikan anugerah kepada daerah yang bernama Wonosobo. Tak salah jika mitos tentang Negeri Para Dewa dimana semua Dewa dari seluruh dunia suka berkumpul di Dieng itu memang benar adanya. Itu kenapa dahulu kala nenek moyang kita memulai peradabannya di Indonesia berawal dari daerah yang bernama Dieng.

Tips dan Saran Pendakian ke Puncak Prau

Bagi rekan-rekan yang ingin melakukan pendakian ke Puncak Prau mungkin bisa menyimak saran-saran saya berikut ini :

  • Jika fisik anda tidak terlalu fit atau anda adalah orang yang mudah capek, saran saya anda bisa memilih pendakian melalui jalur Desa Dieng.
  • Pendakian melalui jalur Patak Banteng memang cepat, tetapi jalur ini sangat terjal dan agak berbahaya jika anda kurang berpengalaman. Saya sendiri butuh waktu 2.5 jam untuk pendakian, dan butuh waktu 3.5 jam untuk turun pendakian, dan baru menyadari ternyata jalur pendakian yang telah saya lewati semalam itu kanan kirinya adalah jurang! ya akhirnya pada saat turun terpaksa saya dan pendaki-pendaki yang lain harus merangkak, karena jika saja anda terpleset dalam tanah yang licin maka bisa wassalam.
  • Sewalah alat-alat camping jika anda berniat untuk bermalam di Prau, cuaca yang dingin serta angin yang lumayan kencang akan membuat anda kedinginan jika tidak menggunakan tenda.
  • Jangan terlalu berat ketika membawa barang-barang atau beban ke Puncak Prau.
  • Gunakan sepatu yang tahan ketika berada di daerah tanah yang licin, sepatu yang tidak mudah bikin selip.
  • Bawalah air mineral isi sedang 2 hingga 4 buah.
  • Sebelum naik saya sarankan untuk makan terlebih dahulu 2 jam sebelumnya.
  • Bawalah kupluk, kaos tangan, kaus kaki dan jaket yang di double.
  • Bawalah senter masing-masing, jangan mengandalkan penerangan dari orang lain.
  • Bawalah camera untuk mengabadikan moment-moment indah anda di Puncak Prau.

Berikut adalah beberapa penampakan dari keindahan Gunung Prau :

Pemandangan di Puncak Prau ketika malam. Langit dipenuhi dengan bintang-bintang yang bersinar diatas garis cakrawala. Pada saat saya melihat bintang-bintang tersebut saya juga sempat melihat bintang jatuh. Make a wish 🙂

Golden Sunrise Puncak Prau mulai muncul.

Siluet diri pada saat sunrise datang.

Sang mentari tersenyum diatas telapak tanganku.

Keindahan bukit teletubbies dengan hamparan bunga edelweis berpadu dengan kumpulan awan dan munculnya sunrise di Puncak Prau.

Sunrise Prau

Aktifitas pagi hari di Puncak Prau.

Foto yang saya ambil pada saat sunrise datang.

Suasana camping ground yang dikelilingi Bukit Teletubbies.

Sejauh mata memandang anda akan melihat keindahan. Saya yakin anda akan merasa damai diatas sini.

Berfoto ala artis Korea hehehe….banyak spot menarik untuk bernarsis ria.

Membakar sate ayam yang sudah kami bawa dari bawah, aktifitas pagi hari ini sungguh menyenangkan.

Foto dengan background gunung sindoro sumbing dll.

Suasana camping ground di Puncak Prau. Ketika pagi datang, dari tenda anda akan disuguhi pemandangan yang amazing!

Hamparan Bunga Edelweiss.

Batas antara Kabupaten Wonosobo dan Kabupaten Kendal.

Pemandangan Dataran Tinggi Dieng dilihat dari Puncak Prau, terlihat Telaga Warna.

Suasana jalur pendakian, anda akan menemui jalan terjal yang lebih extrem dari gambar ini.

Jalur terjal yang belum seberapa, kanan kiri adalah jurang.

Nampak pemandangan hijau persawahan pada saat turun dari Puncak Prau.

Jalur setapak sebelum Pos 2

Penjual Cilok atau Salome di Pos 1

Jalur Pendakian Patak Banteng sebelum Pos 1

Penjual Carica dan Tempe Kemul, suasana seperti ini bisa anda dapatkan pada saat turun pendakian setelah Pos 1 di pemukiman warga.

Senyum polos bocah Patak Banteng, Dieng.

Suasana jalan sebelum masuk ke Desa Patak Banteng, ini merupakan jalur utama menuju Dataran Tinggi Dieng.

 

Selfie dengan pemandangan Bukit Teletubbies.

Tim Pendakian Gunung Prau Lebaran 2014. Kiri-kanan: Awank, saya, Geni, Ananta dan Agung Karto.

 

Advertisements