Traveling ke Air Terjun Niagara Falls Canada

Adakah diantara kalian yang tidak tahu tentang Air Terjun Niagara? saya yakin 98% dari kalian semua pasti pernah mendengar tentang niagara. Saya pun pertama kali tahu tentang Niagara waktu duduk di bangku SD, saya masih ingat pertama kali membaca tentang Niagara yaitu ada di buku geografi Erlangga, dan lebih tertarik lagi ketika saya membaca penjelasan detilnya di Ensiklopedia yang saya baca di perpustakaan sekolah, saat itu saya takjub dengan penjelasan dan foto-foto yang ditampilkan. Saya pun berujar bahwa suatu saat saya harus kesana dan memegang air Niagara secara langsung.

1 Mei 2015, ucapan seorang anak SD itu menjadi kenyataan! saya akhirnya berkesempatan untuk melakukan perjalanan ke Air Terjun Niagara, 15.864 km jaraknya dari Jakarta dan membutuhkan sekitar 30 jam perjalanan udara, memutari setengah planet bumi.

Sebetulnya saya juga beberapa kali sudah pernah melakukan perjalanan ke Benua Amerika, namun ini kali pertama saya ke Canada, perjalanan terdahulu adalah ke USA.

Niagara merupakan salah satu air terjun terbesar dan terindah di dunia, terletak diantara perbatasan negara Canada dan USA, kedua negara ini dipisahkan oleh sebuah sungai niagara yang memanjang hingga ke bagian teluk di timur amerika utara.

Canada and USA border. Sungai Niagara yang memisahkan antara negara Canada dan USA.

Niagara sendiri sebetulnya adalah sebuah area, dimana di area Niagara tersebut terdapat tiga air terjun utama yaitu Horseshoe Falls, American Falls dan Bridal Veil Falls. Horseshoe Falls merupakan air terjun utama dan terbesar yang posisinya ada di bagian Canada dengan tinggi sekitar 57 m dan melebar 790 m, sedangkan American Falls berada di sisi negara Amerika dengan lebar 320 m. Air yang mengalir dari air terjun tersebut sangat deras sekali, yaitu sekitar 6,400 m / detik.

Untuk menikmati pemandangan air terjunnya sendiri disarankan untuk melihat dari sisi negara Canada karena terlihat lebih indah dan jelas. Untuk lebih tau tentang Niagara bisa di lihat selengkapnya di Wikipedia.

Perjalanan ke Niagara saya awali dari kota Toronto, salah satu kota terbesar di Canada. Untuk mencapai Niagara melalui Toronto kita hanya butuh waktu sekitar 2 jam perjalanan melalui darat. Opsi transportasi yang bisa kita gunakan yaitu:

  • Sewa mobil (biaya sekitar $100 / hari)
  • bus (menggunakan megabus.com dengan biaya tiket sekitar $40 PP)
  • kereta api (Via Rail Canada)

Opsi paling menarik sebetulnya adalah sewa mobil karena anda bisa berangkat dan pulang ke Toronto dengan waktu yang fleksibel. Ya lebih baik anda stay di Toronto karena Niagara sendiri merupakan daerah kecil di pinggiran kota, sehingga anda juga bisa mempunyai kesempatan untuk eksplorasi tempat-tempat wisata di Toronto yang juga sangat menarik.

Dari Toronto saya sendiri memilih untuk menggunakan bus megabus.com yang kebetulan tiketnya sudah saya pesan jauh hari sebelum berangkat ke Canada. Saya berangkat dari hotel saya di Toronto (Hilton)  menuju ke terminal bus Toronto Coach Terminal sekitar jam 12 siang, dari hotel ke terminal kebetulan hanya membutuhkan waktu sekitar 10 menit menggunakan taksi.

Jika anda tidak sempat untuk memesan tiket bus secara online di ca.megabus.com, anda juga bisa membeli tiket bus langsung di terminal. Tapi saya sarankan untuk membeli tiket online jauh hari sebelumnya, karena biasanya jika anda pergi saat weekend biasanya akan penuh.

Perjalanan ke Niagara membutuhkan waktu sekitar 2 jam dari Toronto, selama perjalanan saya menikmati pemandangan kota dan sesekali ketiduran 🙂


Perjalanan bus saya kali ini bonus pemandangan mesra dan romantis pasangan white and black people, entah kenapa saya senang melihatnya dan saya abadikan 😀

Sesampainya di Niagara, bus berhenti di Niagara Falls Bus Terminal. Terminal ini sendiri jaraknya agak lumayan jauh dari lokasi air terjun. Untuk mencapai air terjun anda bisa menggunakan shuttle bus yang rutin menjemput pendatang dari terminal ke lokasi air terjun. Kebetulan saat saya tiba saya harus menunggu agak lama yaitu sekitar 1 jam. Karena saya pikir terlalu lama, saya putuskan untuk berjalan kaki, sebetulnya bisa juga menggunakan taksi, tetapi saat itu saya tidak menemukan taksi satupun di terminal.

Halte menunggu shuttle bus ke area Niagara.

Pemandangan disekitar Niagara Falls Terminal.

Setelah berjalan kaki sekitar 30 menit akhirnya saya tiba di area air terjun Niagara, dan ketika pertama kali melihat air terjun Niagara dari jarak yang lumayan jauh saya begitu bersemangat. Sesampainya di area air terjun utama saya sempat berhenti dan serasa tidak percaya bahwa saya akan melihat air terjun legendaris itu secara langsung, seketika saya berucap syukur ke Allah SWT yang memberikan kesempatan kepada saya.

Setelah itu karena kelaparan akhirnya saya mencari tempat makan di area air terjun, saya masuk ke salah satu resto fast food dan membeli burger untuk makan siang. Tempatnya sangat menarik karena ada di pinggir sungai Niagara persis.

Selesai makan siang saya melanjutkan menyusuri pinggiran sungai Niagara dan langsung bergegas menuju ke lokasi penjualan tiket cruising Maid of the Mist. Ini adalah kegiatan pertama yang wajib kita coba di Niagara, dengan cruising Maid of the Mist ini kita akan diajak menggunakan kapal untuk mendekat ke Air Terjun Niagara.

Daftar biaya paket Maid of the Mist.

Harga tiket Maid of the Mist sekali jalan adalah $19.95. Setelah membeli tiket saya langsung ke area Hordblower Landing, untuk menuju ketempat ini kita harus turun menggunakan lift. Setelah sampai di bawah kita akan disambut oleh petugas yang memberikan jas hujan yang dipakai untuk melindungi kita dari embun Niagara yang lumayan bisa membuat pakaian kita basah kuyup.

Setelah menggunakan jas hujan, saya langsung bergegas menuju kapal. Tak selang lama kapal akhirnya berangkat untuk mendekat ke air terjun. Air terjun pertama yang dilewati adalah Air Terjun American Falls dan Bridal Veil Falls. Keindahan kedua air terjun ini ada pada kombinasi air yang mengalir dengan bebatuan besar warna putih yang berada dibawahnya, membuat air terjun ini sangat indah dan istimewa.

the American Falls and the Bridal Veil Falls. the American Falls and the Bridal Veil Falls.

Setelah itu kapal mendekat ke air terjun utama dan terbesar yaitu Horseshoe Falls. Begitu sampai di depan air terjun ini saya begitu terpesona dan takjub luar biasa, saya tak percaya saya berada pada jarak beberapa meter di bawah air terjun yang terlihat besar seperti monster dengan suara gemuruhnya yang maha dahsyat! saya sempat tak percaya bahwa ada air terjun sebesar ini.

The big monster of Niagara.

Kapal berhenti sejenak di depan air terjun utama, momen ini saya manfaatkan untuk mengambil video, saran saya anda bisa menggunakan kamera water proof, karena air embunnya sangat cukup untuk membuat kamera anda basah, dan saya sendiri lupa membawa waterproof case untuk kamera mirrorless saya, alhasil kameranya basah kuyup dan sempat membuat saya cemas, saya bersyukur ternyata sekeluarnya dari Niagara kamera saya aman-aman aja, dan yang terpenting saya bisa merekam video ganasnya Niagara yang anda juga bisa menikmatinya di video yang saya tampilkan di bagian bawah post ini 😀

Setelah puas menikmati air terjun utama secara dekat menggunakan kapal, saya bergegas naik kembali menuju keatas. Selanjutnya saya berjalan menyusuri taman disamping Niagara menuju ke ‘Table Rock Welcome Center’. Aktifitas kedua kali ini adalah merasakan sensasi berjalan ke bawah air terjun dan masuk ke bagian belakang Horseshoe Falls. Aktifitas ini dinamakan ‘Journey Behind the Falls’.

Sesampainya di gedung Table Rock, saya langsung mencari tiket dan turun menggunakan lift menuju ke lorong behind the falls. Harga tiket untuk perjalanan ini sebesar $18.93. Pada saat saya masuk ke lorong dibawah air terjun utama, suasana terasa sangat sepi, karena saya tiba disitu sekitar pukul 5.20 PM. Entah kenapa selama lewat lorong bawah tanah ini saya merasa merinding, apalagi ditambah suara niagara yang sangat menggema di sepanjang lorong.

Setelah berjalan sekitar 15 menit melalui lorong bawah tanah, akhirnya saya sampai di lorong utama dimana disitu saya melihat sebuah kotak jendela batu dimana didepan jendela itu mengalir air yang cukup deras, dan saya menyadari bahwa saya telah berdiri di belakang air terjun utama. Ketika saya berada disin saya merasakan sensasi yang sangat luar biasa, susah untuk diungkapkan dengan kata-kata, saya kembali tak percaya bahwa saya akan ada di belakang air terjun Niagara dan merasakan suara derasnya yang sangat menggema.

Ini adalah jendela yang tepat berada di belakang air terjun utama Niagara.

Lorong menuju ke belakang air terjun ‘behind the falls’.

Poster di salah satu lorong yang menceritakan tentang penyelamatan seorang anak yang terjatuh ke air terjun Niagara.

Tiket journey behind the falls.

Puas dengan melihat jendela behind the falls, saya langsung berjalan ke lorong dan keluar ke samping air terjun utama persis.

Spot luar behind the falls ini disitu kita bisa melihat air terjun utama ‘Horseshoe Falls’ dengan jarak yang sangat-sangat dekat, mungkin hanya sekitar 3 meter.

Setelah puas menikmati niagara secara dekat, saya bergegas naik keatas kembali ke taman. Karena perut terasa lapar kembali, saya putuskan untuk mencari cafe disekitar Niagara, dan saya putuskan untuk makan malam di cafe Edgewater’s Tap & Grill. Kebetulan sebelumnya saya memiliki janji untuk ketemu dengan teman baru saya asal Indonesia yang kebetulan kuliah di Canada, mereka adalah Rey Reza dan Irfani Ausri, dua teman yang dikenalkan oleh Professor Agus.

Sebetulnya kita janjian untuk bertemu di Toronto, tetapi karena mereka baru pergi ke Toronto dari Montreal tanggal 1 May sore, akhirnya kita putuskan untuk bertemu di Niagara. Setelah menunggu sambi menikmati pemandangan Niagara yang terlihat sempurna dari tempat saya makan, dua sahabat baru saya ini datang dengan penuh antusiasme dan semangat. Saya pun gembira bisa bertemu dan kita bertiga ngobrol banyak hal terkait kehidupan kampus di Canada.

Selesai makan malam mereka mengajak saya untuk ke bagian lain di area Niagara, di dekat area Niagara ternyata ada semacam Little Vegas yang disitu kita bisa menjumpai semacam pasar malam, cafe-cafe, Ripley’s Museum dan tempat-tempat hiburan malam menarik lainnya.

Karena waktu sudah larut malam, kita bertiga memutuskan untuk pulang ke Toronto, kebetulan mereka membawa mobil dan akhirnya saya diantar oleh Rey dan Irfani menuju ke hotel saya di Toronto. Sampai di hotel sekitar pukul 12 malam, dan akhirnya saya harus berpisah dengan mereka, walaupun pertemuan ini sangat singkat tetapi mereka berdua sangat berkesan untuk saya. Thanks to Rey and Irfani for this memorable meetup! I’ll see you soon 🙂

Tuntas sudah perjalanan saya ke Niagara, saya sangat amat bersyukur bisa merealisasikan cita-cita saya untuk pergi ke Niagara. Satu daftar dari ‘One of my bucket list place to visit before I die’ telah tercentang. Saatnya untuk menuntaskan list-list yang lain, perjalanan masih panjang dan saya semakin bersemangat untuk berpetualang dan menaklukan dunia! 🙂

Bagi anda yang ingin melihat video perjalanan saya ke Niagara dan ingin mendengar langsung kedahsyatan suara Niagara silahkan tonton video ini >
https://youtu.be/IWAEaWEnNOc atau dibawah ini:

Niagara Falls

 

American Falls

horseshoe falls, niagara. Horseshoe Falls, Niagara.

the American Falls and the Bridal Veil Falls. the American Falls and the Bridal Veil Falls.

Horseshoe Falls, Niagara. Horseshoe Falls, Niagara.

Maid of the mist, boating under Niagara Falls. Maid of the mist, boating under Niagara Falls.

Ontario Lake Ontario Lake

Falls, rainbow and the bird.

Beside the falls.

Beside the falls.

 

Victoria Niagara Park

Victoria Niagara Park

 

Keindahan Air Terjun Niagara Falls di malam hari.

One of the beautiful night view at Niagara Falls.

Niagara Park

Inside Ripley’s Museum.

 

Note:
Perjalanan saya ke Toronto dan Montreal akan saya rilis pada postingan berikutnya.

Advertisements